Migrant Bisa


Jakarta,MigrantBisa  – Kejahatan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) semakin brutal. Sindikat penempatan ilegal kini menggunakan surat pernyataan bermuatan ancaman hukum sebagai alat untuk menyandera calon PMI dan keluarganya agar tunduk pada praktik penempatan non-prosedural.


Surat yang kerap diberi judul Surat Izin Suami atau Wali itu pada kenyataannya bukan sekadar administrasi, melainkan instrumen intimidasi. Di dalamnya tercantum klausul yang memaksa keluarga menyetujui keberangkatan PMI ke negara tujuan yang masih berstatus moratorium, sekaligus melepas hak hukum untuk menuntut sponsor, calo, maupun perusahaan penyalur ilegal.


Dalam dokumen yang beredar, keluarga bahkan dipaksa menyatakan bertanggung jawab penuh atas risiko hukum yang mungkin timbul di kemudian hari. Lebih jauh, terdapat ancaman bahwa keluarga akan digugat atau dilaporkan apabila berani membatalkan proses keberangkatan.


Modus ini digunakan sindikat TPPO untuk menekan psikologis keluarga, menciptakan rasa takut, dan menutup ruang penolakan, sehingga calon PMI tetap diberangkatkan meski tanpa perlindungan negara dan berisiko menjadi korban eksploitasi.


Menanggapi praktik tersebut, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan bahwa surat pernyataan semacam itu ilegal, menyesatkan, dan tidak memiliki kekuatan hukum apa pun.

“Surat pernyataan yang dibuat oleh calo atau sponsor ilegal tidak sah secara hukum. Itu bentuk penipuan dan intimidasi terhadap keluarga PMI,” tegas Mukhtarudin.


Menteri P2MI mengingatkan masyarakat agar tidak terkecoh oleh tampilan dokumen yang terlihat resmi. Ia meminta keluarga PMI untuk segera melapor ke Kementerian P2MI atau aparat penegak hukum apabila mengalami pemaksaan, ancaman, atau intimidasi terkait penempatan pekerja migran.


Pemerintah memastikan akan menindak tegas jaringan TPPO dan melindungi pekerja migran Indonesia dari praktik penempatan ilegal yang merampas hak dan keselamatan mereka.(bud)

Sindikat TPPO Sandera Keluarga PMI dengan Surat Palsu Bermuatan Ancaman, Menteri P2MI: Ilegal dan Menyesatkan


Probolinggo,MigrantBisa – Komitmen memperkuat pelayanan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus dilakukan. Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur melakukan kunjungan ke Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo, Kamis (8/1/2025).


Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau kesiapan ruangan layanan KP2MI yang direncanakan hadir di MPP Kabupaten Probolinggo, sebagai upaya mendekatkan akses pelayanan penempatan dan pelindungan PMI kepada masyarakat.


Sebelumnya, BP3MI Jawa Timur telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo. Sejumlah layanan yang akan dihadirkan di MPP antara lain pelayanan informasi peluang kerja ke luar negeri (jobs info), layanan pengaduan dan monitoring PMI, serta pelaksanaan Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP).


BP3MI Jawa Timur juga menekankan pentingnya dukungan sumber daya manusia (SDM) dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari fasilitas kesehatan, lembaga keuangan, hingga Balai Latihan Kerja (BLK) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Kolaborasi ini dibutuhkan agar seluruh kebutuhan CPMI dapat dilayani secara terpadu dalam satu lokasi.


Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo menyampaikan harapannya agar MPP Kabupaten Probolinggo dapat menjadi pusat layanan bagi CPMI tidak hanya dari Kabupaten dan Kota Probolinggo, tetapi juga dari wilayah sekitar seperti Bondowoso, Situbondo, Situbondo, dan Lumajang. Dengan layanan terpadu ini, CPMI diharapkan dapat menghemat waktu, biaya, serta memperoleh kepastian prosedur yang aman dan resmi.


Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo bersama Kepala Disnaker menyambut baik kehadiran BP3MI Jawa Timur di MPP. Mereka berharap BP3MI dapat segera bergabung sehingga pelayanan penempatan dan pelindungan PMI, mulai dari proses awal hingga kepulangan, dapat dilakukan di satu tempat.


Ke depan, layanan ini diharapkan terus berkembang dengan rencana pendirian Pusat Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Kabupaten Probolinggo, sebagai bentuk nyata negara hadir melindungi pekerja migran.(rd)

BP3MI Jatim Tinjau MPP Probolinggo, Perkuat Layanan Terpadu untuk PMI


 Jakarta,MigrantBisa – Direktorat Siber menggelar Rapat Monitoring, Evaluasi, dan Rencana Kerja Internal pada Kamis (8/1/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Siber dan menjadi langkah strategis dalam menyiapkan anggaran serta program kerja Direktorat Siber Tahun 2026.


Rapat ini difokuskan pada tindak lanjut arahan pimpinan sekaligus penguatan kesiapan organisasi menghadapi dinamika ancaman kejahatan siber yang terus berkembang. Sejumlah strategi penguatan disepakati untuk memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat dan pekerja, khususnya dari modus penipuan digital.


Beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi evaluasi tata kelola kegiatan, optimalisasi pemanfaatan data dan informasi, serta peningkatan akurasi fakta dan kualitas analisa dalam setiap penanganan kasus siber.


Selain itu, Direktorat Siber juga menekankan pentingnya penguatan fungsi deteksi dini (early detection) dan peringatan dini (early warning) sebagai langkah preventif untuk meminimalisir potensi kerugian masyarakat akibat kejahatan siber.


Dalam rapat tersebut turut dibahas perencanaan kerja berbasis prioritas dan sasaran lokasi, agar setiap pelaksanaan kegiatan benar-benar memberikan dampak nyata di lapangan. Efisiensi kerja juga menjadi perhatian melalui penyesuaian analisis beban kinerja guna mendukung output yang lebih optimal.


Direktur Siber mengapresiasi seluruh jajaran atas kerja keras dan inovasi yang telah dilakukan dalam meningkatkan kinerja serta citra positif direktorat melalui berbagai kanal informasi.

Ke depan, Direktorat Siber berkomitmen untuk terus bergerak cepat, adaptif, dan proaktif dalam menghadapi tantangan digital demi mewujudkan keamanan siber nasional serta perlindungan optimal bagi masyarakat dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).(bud)

Direktorat Siber Gelar Rapat Monev dan Rencana Kerja 2026, Fokus Penguatan Deteksi Dini Kejahatan Siber


 

Kediri,MigrantBisa – Tim Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Kediri diberangkatkan menuju Provinsi Aceh untuk menjalankan misi kemanusiaan di bidang kesehatan. Keberangkatan ini merupakan bentuk komitmen MDMC dalam merespons kebutuhan medis masyarakat di wilayah terdampak bencana.


Tim EMT MDMC Kota Kediri terdiri dari tujuh personel, yakni dr. Nafi, dr. Tyo, serta tenaga medis Didik, Anwar, Hendra, Nana, dan Okta. Mereka akan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan mengedepankan profesionalisme, keikhlasan, serta kerja sama dengan tim medis lokal di Aceh.


Ketua MDMC Kota Kediri menyampaikan bahwa pengiriman tim EMT ini merupakan bagian dari upaya MDMC dalam meningkatkan kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana alam dan krisis kesehatan.


Pemberangkatan tim EMT dilepas secara resmi oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri, KH. Ahmad Khoiruddin, M.Pd.I, didampingi Ketua MDMC Kota Kediri serta jajaran Direksi Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dalam sebuah acara pemberangkatan.


Dalam sambutannya, KH. Ahmad Khoiruddin berpesan agar seluruh anggota tim EMT senantiasa menjaga kesehatan, keselamatan, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan selama menjalankan tugas di Aceh.


MDMC Kota Kediri menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan kemanusiaan. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, MDMC berharap kehadiran tim EMT dapat membantu meringankan beban masyarakat Aceh serta memberikan manfaat dan harapan baru.(gung)

Tim EMT MDMC Kota Kediri Diberangkatkan ke Aceh untuk Misi Kemanusiaan


BlitarKota,MigrantBisa – Kepolisian Sektor (Polsek) Sanankulon mengungkap kasus pencurian baut atau alat penambat rel kereta api yang terjadi di jalur rel KA KM 127+3/4, Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.


Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Satu orang pelaku berhasil diamankan, sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas.


Kapolsek Sanankulon AKP Nurbudi Santosa, S.Pd mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan warga yang mencurigai aktivitas dua orang di sekitar jembatan rel sisi selatan Lapangan Bhirawa.



Petugas yang datang ke lokasi mendapati satu pelaku telah diamankan warga. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan 13 buah baut penambat rel yang disembunyikan di dalam karung putih bersama alat bantu berupa tang potong dan cukit.


Pelaku yang diamankan berinisial DA (26). Sementara satu pelaku lainnya berinisial D berhasil melarikan diri dan telah ditetapkan sebagai DPO.


Pihak PT KAI (Persero) DAOP VII Madiun melaporkan kejadian tersebut dengan estimasi kerugian materiil sekitar Rp4,1 juta. Saat ini, polisi masih melakukan penyidikan lebih lanjut dan memburu pelaku yang buron.(temon)

Polsek Sanankulon Ungkap Kasus Pencurian Baut Rel Kereta Api di Kalipucung


BlitarKota,MigrantBisa – Warga Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia diduga akibat gantung diri di dalam rumahnya, Selasa (6/1/2026) siang. Korban diketahui bernama S (40), warga Dusun Kebonduren, Desa Kebonduren.


Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh ibu korban sekitar pukul 13.00 WIB. Saat masuk ke dalam rumah, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung dan tidak bernyawa.


Kapolsek Ponggok AKP Tri Muliarso, S.H. membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, setelah menemukan korban, pihak keluarga langsung meminta bantuan warga sekitar dan melaporkannya ke perangkat desa sebelum diteruskan ke pihak kepolisian.


“Laporan dari masyarakat kami terima dan anggota langsung menuju lokasi kejadian bersama tim identifikasi serta tenaga medis,” ujar AKP Tri Muliarso.


Petugas dari Polsek Ponggok, tim identifikasi, dan tenaga medis Puskesmas Ponggok kemudian melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.


Berdasarkan keterangan keluarga dan hasil pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), korban diketahui tidak memiliki riwayat penyakit. Namun, korban disebut pernah melakukan percobaan bunuh diri sebelumnya dan diduga memiliki permasalahan rumah tangga.


Selain itu, sehari sebelum kejadian, korban juga sempat mengunggah pesan di media sosial yang mengarah pada keinginan untuk mengakhiri hidup.


Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang diketahui oleh perangkat desa setempat.


“Kami telah melakukan penanganan sesuai prosedur. Situasi di lokasi kejadian aman dan kondusif,” pungkas Kapolsek Ponggok.(temon)

Pria di Ponggok Blitar Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah, Diduga Alami Masalah Rumah Tangga




Kediri,MigrantBisa  ,Dalam waktu 12 hari Polres kediri kota berhasil mengungkap 10 kasus pencurian dengan menangkap 10 orang sebagai tersangka.


"Dengan Tujuan operasi sikat semeru  untuk memberikan rasa aman, menciptakan kondisi Harkamtibmas terhadap aktivitas masyarakat dari gangguan ataupun ancaman terjadinya kejahatan jalanan (street crime) dalam bentuk atau jenis berupa curat, Curas, curanmor serta penutup senjata api, senjata tajam maupun bahan peledak” ujar  Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, SH, SIK, M.Si.

 

Pers rilis hasil Operasi Sikat Semeru yang dilakukan sejak tanggal 3 Juni 2024 hingga 14 Juni 2024, di laksanakan pada hari rabu siang 26 juni 2024 di ruang Rupatama Mapolres Kediri Kota


Adapun kasus yang berhasil diungkap yakni, 1 Kasus Pencurian dengan Kekerasan (Curas), 3 Kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat), 3 Kasus Pencurian Kendaraan bermotor (Curanmor) serta 3 kasus Pencurian.


“Kita telah berhasil mengungkap 10 kasus, dengan rincian 5 kasus sesuai dengan target operasi (TO), dan sebanyak 5 kasus non TO. Yang dimaksud TO adalah kejadian yang telah ada sebelum operasi (sikat Semeru) sehingga dilakukan pengungkapan dalam masa operasi,” lanjut Kapolres.


Dari 10 pelaku yang diamankan, Kata Kapolres, terdiri dari 9 Laki-laki dan 1 perempuan


Saat ini yang berada di sel tahanan Polres Kediri Kota sebanyak 6 pelaku, sedangkan yang 4 sudah berada di Lapas,” sebutnya.


Selain mengamankan 10 pelaku, Polres Kediri Kota juga berhasil mengamankan sebanyak 37 barang bukti. Diantaranya, 8 Handphone, 5 obeng, 7 Gembok, 5 BPKB , 3 STNK , Sepeda motor 1 unit, 3 Rekening koran, 3 Komputer, 4 Pisau dan perangkat Komputer lainnya.





Pelaku perempuan berinisial WAM (23) mengaku melakukan pencurian untuk membayar hutang dan keperluan keluarga. Ibu dua anak ini melakukan transfer saldo rekening korbannya yang baru ia kenal dengan jumlah mencapai 105 juta rupiah.


Pengakuan WAM, Awalnya ia bertemu dengan korban dan ngobrol berdua. Kemudian Ia meminta bantuan kepada korbannya untuk transfer melalui M-Banking. Setelah mengetahui pelaku berapa PIN M-banking korban, pelaku meminjam HP korban dengan alasan untuk menghubungi saudaranya, setelah koban meminjamkan HP nya ternyata pelaku melakukan transfer uang yang besar dari rekening korban ke pelaku melalui M-Banking.


“Pada saat itu, namanya Saya butuh ya, tidak ada jalan lain pada waktu itu, dan pada saat itu saya menemui si korban dengan adanya nominal sebesar itu siapa sih yang tidak mau. Saya geser ke rekening saya kemudian saya gunakan uangnya untuk membayar hutang dan kebutuhan anak saya” ucap WAM sambil menangis.(*)

Dalam waktu 12 hari Polresta Kediri Berhasil Mengungkap 10 Kasus Pencurian Dengan Menangkap 10 Orang Sebagai Tersangka.

 




Blitar,MigrantBisa -  Anggota MPR RI Nurhadi,S.Pd, membuka Pagelaran Wayang kulit dalam rangka sosialisasi Empat Pilar MPR dihadapan masyarakat desa Krisik Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar Jawa Timur Acara ini berlangsung pada Rabumalam tanggal 8 Mei 2024  

Prosesi pembukaan pegelaran Wayang Kulit di mulai dengan ditandai penyerahan tokoh Semar, oleh Nurhadi didampingi Pemerintah Desa  Krisik kepada Dalang Ki Dimas Suprobo,S.SN dengan Dagelan Jo Klutuk dan Jo Klitik


Ikut hadir pada acara tersebut, selain Anggota MPR RI Nurhadi, Tenaga Ahli DPR RI , unsur Pemerintahan Desa, Pemerintahan Kecamatan Gandusari, Pemerintah Kabupaten Blitar  dan Tokoh masyarakat Pecinta Budaya yang lainnya.


Pementasan Wayang Kulit kerjasama MPR bersama Masyarakat Desa Krisik dengan lakon Tumuruning Wahyu Ponco Darmo,Lakon tersebut, dipilih karena sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 


"kegiatan ini bagian dari Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara adalah  Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa, UUD NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika semboyan negara

Bahwa Wayang Kulit sangat efektif  dipakai sebagai salah satu metode sosialisasi karena kesenian, ini memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat, khususnya dipulau Jawa. Dengan begitu diharapkan, materi sosialisasi yang diselipkan di tengah pementasan wayang dapat dicerna dan diterima masyarakat luas. Apalagi, saat ini wayang sudah diterima sebagai kesenian tradisional bangsa Indonesia yang harus dipertahankan di tengah peradaban dunia" ujar nurhadi di wawancaranya dengan team media formosapro





Nurhadi menekankan kembali Bahwa Pancasila bukan semata dihafal. Hafal sila-sila Pancasila, itu baik. Tapi lebih baik lagi jika dilaksanakan dan diamalkan.


Dalam sambutannya Nurhadi  mengatakan, Sosialisasi empat Pilar dilakukan sejak 2005. Namun, penggunaan wayang kulit sebagai salah satu metode sosialisasi baru diselenggarakan mulai tahun  2012 dengan Tujuan di adakan pagelaran wayang kulit ini agar materi sosialisasi lebih gampang diterima dan dicerna oleh masyarakat umum. Kemudian bisa dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, kata Nurhadi menambahkan

Nurhadi Sosialisasikan 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara Dalam Pentas Wayang Kulit di Blitar



Blitar Lukisan wajah dari Presiden Pertama RI yang terbuat dari jarum pentul yang kemudian dirangkai sedemikian rupa dengan ikatan benang itu tampak bersedih.


"Karya seni yang dibuatnya selama dua bulan itu sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih atas jasa Bung Karno

Karya ini di buat tidak untuk jual saya berkarya hanya untuk orang yang berkontribusi bagi Indonesia dan di hibahkan.

Dipilihnya jarum pentul untuk membuat wajah dari Bung Karno dengan proses diketuk satu-persatu.

Dengan Jumlah jarum pentul itu sebanyak 11.969 batang yang kemudian dililit dengan benang wol tujuh warna,Benang ini sebagai simbol untuk mempersatukan Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Karya saya ini untuk keluarga Bung Karno dan nanti diterima Mas Putera cucu dari Bung Karno,” ujar abang seni pelukis jarum pentul dari batam



Di wawancara dengan awak media blitar mas putra "belum nyampaikan soal lukisan ini ke keluarga besar tapi telah di sampaikan ke budhe mega nantinya budhe akan menerima penyerahan foto bung karno dari jarum pentul di kunjungan dalam rangka ziarah ke makam bung karno kota blitar pada hari ini(21 juni 2024).

Ini merupakan karya seni  yang terbaik dari generasi muda dengan senang hati nanti kita terima untuk rencana foto akan di taruh di lingkungan makam bung karno di kota blitar"



Putra dari Sukmawati Soekarnoputri yakni Muhammad Putera Sukarno Al Haddad juga berpesan semoga perjuangan yang di bangun  seperti rangkai jarum pentul yang  terkumpul jadi satu karya seni mari kita jarut kembali hubungan jadi satu keluarga.

Karena masalah sepele kita menjadi pecah belah  mulai dari sekarang kita menatap ke depan untuk menjadi yang terbaru pesan ini di sampaikan kepada warga blitar dan seluruh warga indonesia.



Lukisan wajah dari Presiden Pertama RI yang terbuat dari jarum pentul Di Bulan Bung Karno

 



KEDIRI Pj Wali Kota Kediri Zanariah meninjau proses pemotongan hewan qurban di UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Kelurahan Pojok Kota Kediri

Senin (17/6). tujuan meninjau tempat pemotongan hewan qurban untuk memastikan pemotongan hewan qurban berjalan aman dan lancar serta hewan qurban sehat dan layak dikonsumsi oleh masyarakat.


“Alhamdulillah dengan adanya RPH ini warga jadinya lebih banyak memilih menyembelih hewan qurbannya di sini. Karena petugas penyembelih di RPH ini sudah bersertifikat juru sembelih halal dari BNSP. Selain itu, RPH ini juga sudah bersertifikat halal dan ada veteriner untuk memeriksa kesehatan dari hewan qurban. Sebelum disembelih hewan qurban ini dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan. Insyaallah hewan qurban sehat dan tidak ada penyakit yang terlewat terutama penyakit cacing hati,” terang Pj Wali Kota Kediri.


Lebih lanjut, Zanariah menjelaskan bahwa  di RPH ini sehari bisa melakukan penyembelihan maksimal 20 ekor sapi. Nanti bila kebutuhan pemotongan hewan meningkat, Pemerintah Kota Kediri akan melakukan pengembangan dan revitalisasi, namun kondisi saat ini masih cukup dan bisa tertampung semuanya. Selain pemotongan hewan qurban, RPH ini melayani pemotongan hewan untuk pasar tradisional yang dikerjakan pada malam hari. “Masyarakat Kota Kediri kalau mau potong hewan ke RPH saja, di sini aman dan juga bersih,” tutupnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menjelaskan di RPH Kelurahan Pojok pada Idul Adha 1445 H kali ini, ada 31 ekor sapi yang disembelih selama 3 hari dan 21 ekor kambing. Kondisi tersebut terjadi peningkatan pada jumlah ekor kambing yang disembelih dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 2 ekor saja.


Sebelumnya, Pj Wali Kota Kediri Zanariah menjalankan ibadah Salat Iduladha di Masjid Al Bina’i Balaikota Kediri dengan imam Kepala Kemenag Kota Kediri Moh. Qoyyim.

Turut mendampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mohammad Ridwan, Kepala RPH Kota Kediri Hariyanto, dan Kabag Kesra Ahmad Jainuddin.(*)

Pj Wali Kota Kediri Zanariah meninjau proses pemotongan hewan qurban di UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Kelurahan Pojok Kota Kediri


 Batalyon Infanteri 521/DY Anjangsana Warakawuri dalam rangka kegiatan HUT Yonif 521/DY, Ke-69 dengan Tema"Patriot Petarung yang Profesional Adaptif dan Humanis."



Dalam  kegiatan anjangsana Warakawuri  kali ini kami datang ke kediaman  Ibu Deva Ayu Savitri yang beralamat di Ds. Panjerejo Kec. Rejotangan Kab. Tulungagung  kegiatan ini merupakan tradisi yang harus dipertahankan karena Warakawuri Yonif 521/DY merupakan bagian dari keluarga besar kita, dimana hubungan kekeluargaan tersebut harus tetap terjalin dengan baik sehingga menimbulkan rasa nyaman dan saling memiliki serta terjalin ikatan batin, saya  berharap semoga pemberian tali asih ini dapat membantu meringankan beban keluarga ujar Komandan Batalyon Infanteri 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E.,M.I.P beserta  Ketua Ranting 3 Ibu Sari Rahadyan Surya Murdata dan di dampingi Perwira Staf di wawancara dengan awak media




Pada kesempatan ini juga Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Yonif 521 Cabang LVIII Brigif 16 PD V/Brawijaya Ibu Sari Rahadyan Surya Murdata  mengungkapkan " ikut senang dapat membantu saudara-saudara Warakawuri Yonif 521/DY setidaknya inilah wujud perhatian dari kami semoga bermanfaat ,Saya juga ingin ikatan kekeluargaan ini tidak hanya pada moment hari-hari besar saja tapi semoga dalam kegiatan kegiatan Persit ke depan seperti pengajian dan olahraga bersama akan kami ajak sehingga dapat lebih mempererat hubungan kekeluargaan.” Pungkasnya.



"Alhamdullilah Dengan Kegiatan anjangsana Warakawuri ini saya cukup senang karena telah diperhatikan oleh Yonif 521/DY sehingga saya tidak bisa membendung air mata, sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Komandan Yonif 521/DY beserta ibu  yang telah memperhatikan kami khususnya Warakawuri” ungkap Ibu Deva Ayu Savitri yang beralamat di Ds. Panjerejo Kec. Rejotangan Kab. Tulungagung 

***TEAM MFP KEDIRI***

Dengan Tema"Patriot Petarung yang Profesional Adaptif dan Humanis." Di HUT Yonif 521/DY, Ke-69 Melaksanakan Kegiatan Anjangsana Warakawuri


Kota Taipei,KDEI Taipei dan Welcome to Taipei International Club (WTIC) menyelenggarakan Cooking Demo untuk kedua kalinya setelah 10 tahun lalu di Taipei 

KDEI hadirkan demo masak rendang dan memperkenalkan bumbu dan rempah khas dari indonesia di acara ini


Acara ini dihadiri oleh sekitar 20 anggota korps pasangan perwakilan negara asing yang berada di Taipei turut hadir juga Chef Narendra Archie memberikan demo memasak masakan Rendang khas Sumatra Barat.


"Iqbal S. Shofwan membuka acara tersebut dengan menjelaskan pentingnya Rendang dengan beragam bumbu yang digunakan dalam proses memasaknya tidak hanya bagi masyarakat Sumatra Barat tapi juga Nusantara " ujar kepala KDEI Taipei

 

Chef Archie menjelaskan filosofi Rendang sebagai menu utama yang dijunjung tinggi di Sumatra Barat, karena proses memasak yang lama dan menggunakan setidaknya 15 macam bumbu khas yang didapat di Indonesia. 


Selain Rendang, Es Campur juga ditampilkan sebagai hidangan penutup khas Indonesia.

Acara ini juga menampilkan makan siang dengan hidangan Indonesia seperti Gado-Gado, Nasi Goreng, Sate Ayam, Rendang, Rujak Buah, Kue Lapis, dan Bolu Pandan. 

Setelah makan siang, acara dilanjutkan dengan penampilan tarian Puspanjali dari Bali, workshop membatik, dan mencoba pakaian adat juga menambah pengalaman lengkap tentang kekayaan budaya Indonesia bagi para perwakilan negara asing di Taiwan....


 


KDEI Demo Masak Rendang Di Taipei


BLITAR Mantan Kpu Kota Blitar Bersama Pasangannya Kembalikan Berkas Pendaftaran Cawali Ke Kantor Pkb Kota Blitar


Mantan Kpu Kota Blitar Mashudi Bersama Galuh Pasangannya Kembalikan Berkas Pendaftaran Cawali Ke Kantor Pkb Kota Blitar pada hari minggu sore tanggal 12 mei 2024


Galuh dan Mashudi mendaftar sebagai pasangan cawali kota blitar di pilkada 2024 satu paket di PKB
Galuh akan bertarung sebagai bakal calon walikota blitar sementara mantan kpu kota blitar Mashudi mencalonkan diri sebagai bakal calon wakil wali kota blitar


"Pada hari ini kita bersama pak galuh maju sebagai pasangan calon mengembalikan berkas pendaftaran cawali kota blitar 2024 di kantor pkb kota blitar,kita datang ke sini sudah mantap dan nanti kita bagaimana mengambil langkah bertahap agar mendapat rekom dan kita beroptimis mendapat rekom
beliau juga menyampaikan untuk visi dan misi belum bisa berbicara lebih jauh paling tidak kita bisa memperhatikan proses pemerintahan di kota blitar ini terutama masalah pelayanan karena ini menjadi prioritas bagi kami ketika roda pemerintahan berjalan untuk keduanya masalah mental pada perkembangan anak maupun mental pada birokrasi kita rubah agar pelayanan lebih baik dalam melayani masyarakat dan dengan modal pengalaman berharga sebagai mantan komisioner kpu kota blitar memberikan kepercayaan diri untuk berkompetisi dalam pilkada kota blitar 2024"ujar mantan kpu mashudi sebagai calon wakil walikota blitar 2024



Galuh sebagai calon walikota blitar 2024 juga menambahkan " visi misi kita pengen sekali memajukan kota blitar dari segi pendidikan,kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota blitar mesti sekarang kota blitar sudah maju kita akan membuat lebih maju lagi kedepannya" di wawancara dengan team media formosa pro



"Pasangan Galuh dan Mashudi merupakan pasangan ke 4 yang telah mengembalikan berkas pendaftaran calon kepala daerah di kantor dpc pkb kota blitar pada hari ini,kami menyambut baik partisipasi dan komitmen mereka dalam ikut proses demokrasi di partai pkb " kata arif kurniawan



Di pengembalikan berkas ke kantor dpc pkb kota blitar pasangan galuh dan mashudi keduanya tampil begitu kompak mengunakan busana batik lengkap dengan sarung dan songkok menunjukkan identitas sebagai warga Nadlatul Ulama
Galuh dan Mashudi yang berprofesi sebagai pengacara siap maju di perjalanan politik menuju pilkada kota blitar







Mantan Kpu Kota Blitar Bersama Pasangannya Kembalikan Berkas Pendaftaran Cakada 2024 Ke Kantor Dpc Pkb Kota Blitar